Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, Mei 20, 2009

dekat terabaikan... jauh dirindukan

tak terasa hampir sebulan di tiap malamnya aku hanya bertegur sapa dengan langit-langit kosong, dinding yang diam, dan tuts keyboard yang menemani jariku
meskipun pagi dan siang ada canda dengan anak kita,
tapi tanpamu hampa terasa hati dan jiwa ini.
ternyata kehilanganmu, meskipun belum untuk selamanya, aku masih belum rela.
masih terlalu perih untuk mengingat
bahwa nanti malam engkau masih belum disisiku
terbayang bila nanti tiba waktunya...

aku bertanya pada diriku sendiri apa yang kulakukan selama engkau disini.
apakah tiap malam aku sudah memelukmu erat hingga bukan dingin yang kau rasakan
atau malah bercinta dengan tuts keyboard itu.
apakah tiap pagi selalu kujemput harimu dengan senyumku
atau malah dengan wajah kusut begadang semalaman.

hampir hilang keberanianku untuk menjawab
yang ada hanya sesal
masih panjangkah waktuku untuk melayanimu
atau masih panjangkah waktumu untuk aku cintai
seperti dulu saat kita pertama kali bertemu

sekali lagi, seperti sebelumnya, aku hanya bisa minta maaf
dan sekali lagi, untuk yang kesekian kali nya
aku berjanji
akan lebih mencintaimu disaat engkau masih bisa berada disampingku

Sabtu, Februari 21, 2009

Puncak Gunung

Jaman dahulu kala, ketika saya masih memakai seragam putih abu-abu, ada banyak kegiatan non ekstra ditawarkan.

Mulai dari paskibra, bikin majalah bulanan, sampai pecinta alam. Yang disebut terakhir ini yang mampu membuat jantung saya berdegup lebih kencang.

Ada rasa tersendiri saat kata "pecinta alam" disebutkan.

Dan saya pun akhir nya memilih untuk masuk menjadi anggota kegiatan tersebut, tentu saja setelah saya di-eliminasi dari kegiatan paskibra karena wajah saya -yang mungkin- pas pas an.

Beberapa gunung sudah saya jalani, sebut saja begitu karena sebenarnya memang sudah ada "jalan" yang dibuat untuk naik hingga ke puncaknya.
Berbagai pengalaman pun sudah dilalui, mulai dari "hanya pindah tempat tidur" sampai tidur dalam keadaan kehujanan di lereng gunung.
Saat itu ada rasa "menjadi lelaki" pada saat saya mengalami pengalaman-pengalaman tersebut.

Di usia yang beranjak tua ini saya mulai menanyakan pengalaman-pengalaman tersebut.
Benarkah "benar-benar" berguna ? Benarkah saya telah menjadi "pecinta alam" ?
Ataukah hanya sekedar gelegak darah muda seperti kata Bang Roma ? hehehe...

Ada rasa malu jika mengingat pengalaman "pindah tidur saja". Ada rasa sesal jika mengingat pengalaman memborong bunga edelwis hanya untuk ego semata. Ada rasa puas dan bangga jika mengingat badan yang kurus ini sudah mencapai puncaknya.

Saat membayangkan itu, saya kembali pada masa saat saya duduk di puncak gunung.
Hening tanpa suara selain angin kencang membawa gumpalan awan menyapa tubuh kurus saya.
Saat itu pula saya merasa kosong dan bertanya : setelah ini apa ?
Apa yang harus saya lakukan setelah sampai di puncak ?
Setelah perjuangan yang letih semalam dalam dingin yang terkadang dibarengi hujan.

Dalam penat yang belum usai
saya harus kembali turun
sebelum matahari terlalu panas untuk dinikmati.

Dalam perjalanan turun pulang saya seringkali berpikir,
setelah saya sampai puncaknya,
setinggi apapun puncak itu,
saya tetap harus kembali turun.

Selasa, September 09, 2008

Beruntai Kata Untuk Istri Tercinta

Jauh dari orang-orang yang kita sayangi membuat kita terkadang lupa diri.
Beberapa orang mencoba melampiaskannya kepada orang lain, sebagian yang lain mencoba menyibukkan diri untuk melupakan, dan yang lainnya mencoba untuk menipu diri dengan membuat bayangan semu.

Tidak mudah untuk tetap setia. Benar-benar SETIA.
Selayang pandang melihat suatu hal yang indah, serasa enggan mata ini untuk tidak tergoda menatapnya.

Dan jika sudah benar-benar "mencoba" setia pun, ternyata masih ada ujian kesetian berikutnya.
Kecemburuan yang menggoda dari orang yang kita sayangi sesekali menyeruak menghangatkan hati hingga kadang memanaskan hati.

Namun tanpa itu semua cinta hanyalah selembar kertas putih kosong tanpa sebuah goresan apapun. Hening ditengah masa menunggu pena tertulis diatasnya.

*Untuk istriku, sungguh aku disini menunggu, dan selalu mencintaimu